Archive for the ‘Siraman Rohani’ Category

4 PERKARA SEBELUM TIDUR

4 PERKARA SEBELUM TIDUR

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafa’at di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh….

“Bertanya Aisyah :“Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”
Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu.
Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”

DZIKIR HARIAN

DZIKIR HARIAN

1. ASTAGHFIRULLAH

Mari kita berhitung sejenak, dalam hidup yang sudah kita jalani berapa banyak dosa yang telah kita perbuat Baik sengaja maupun tidak sengaja yang pasti semua itu dicatat oleh malaikat Atit ( yang bertugas mencatat dosa manusia ).

Coba kita visualisasikan, seandainya 1 hari kita melakukan dosa 10x maka 20 Th = 3600 x 20 = 72000 Dosa.

Saya yakin bahwa masing-masing dari kita melakukan dosa lebih dari 1x setiap hari, tentu anda pernah mengalami kejadian dibawah ini :
1. Memandang wanita/pria yang kedua kalinya ( bukan pandangan pertama ) yang bukan muhrimnya.
2. Merasa lebih dengan merendahkan orang lain ( Sombong )
3. Menggunakan fasilitas/barang milik orang lain tanpa kerelaan pemiliknya ( Ghosab )
Contoh : – Menggunakan pulpen teman yang tergeletak dimeja tanpa sepengetahuan pemiliknya.
– Memakai sandal teman tanpa izin pemiliknya Ghosab hukumnya haram yaitu dianggap Mencuri kategori kecil.

Pernahkah kita sengaja untuk tidak melakukan dosa 1x pun dalam sehari dalam seumur hidup kita ?,
Pernahkah kita habiskan 1 hari dalam umur kita khusus untuk minta ampun kepada Allah atas dosa kita ?.
Yang sering kita lakukan justru merencanakan rekreasi menjelang hari libur yang akan kita lalui.

Allah suka pada orang miskin yang taat beribadah namun Allah lebih suka pada orang kaya yang taat beribadah, Allah suka pada orang tua yang taat beribadah namun Allah lebih suka pada orang muda yang taat beribadah.

Rosulullah S.A.W yang dijamin masuk Surga oleh Allah, diampuni dosa yang sebelum dan sesudahnya BerIstighfar ( Mohon Ampun ) dengan mengucap ASTAGHFIRULLAH HAL ADHIM 70x sehari.
Bagaimana dengan kita yang tiada jaminan dari Allah untuk masuk surga tapi yang pasti ada jaminam MATI
Setiap saat masih menunda pengucapan istighfar kita, malah supaya lebih keren lebih suka berkata ASTAGA
Dari pada Astagfirullah. ( Astaga bukanlah istighfar )
Harap saudaraku yang muslim tidak mengucapkan lagi ASTAGA melainkan Astaghfirullah.

Wahai yang menulis dan yang membaca !
Tidak pantaskah kalian mengucap Istighfar lebih dari yang dibaca Junjunganmu Muhammad S.A.W dalam sehari ? Apakah tidak terdetak dihati kita untuk memulai membaca Istighfar dalam Dzikir harian kita ? Ya Allah Robbul Izzati bukakanlah hati kami.

2. LAAILAHA ILLALLAH

Dalam sebuah hadits disebutkan : MANGKANA AKHIRUU KALAMIHI LAAILAHA ILLALLAH DAKHOLAL JANNAH Barangsiapa yang diakhir hidupnya mengucap Laailaha Illallah maka akan dimasukkan syurga.

Sungguh besar makna ucapan tersebut sehingga bisa dibuat jaminan masuk Syurga. Namun jangan menganggap Ringan untuk bisa mengucapkan kata itu diakhir hidup kita karena disaat sakaratul maut kita akan merasakan rasa Sakit yang luar biasa kecuali bagi orang yang mendapat rahmat dari Allah ( Baca artikel Bila Ajal Mulai Mendekat ).
Untuk itu sering kita jumpai bila ada orang yang akan meninggal keluarganya akan menuntun ucapan kalimah Laailaha Illallah, Bahkan karena kekhawatiran bagi yang akan meninggal tidak bisa membaca sepanjang kalimah tersebut Maka hanya dituntun untuk mengucap Allah.

Kekhawatiran tersebut beralasan bila si Fulan ketika mengucapakan Laaila ( tidak sempat meneruskan ha Illallah )
Kemudian meninggal, maka Insya Allah si Fulan termasuk orang yang murtad karena Laaila artinya tidak ada tuhan.
Ya Allah matikanlah Kami dalam keadaan Khusnul Khotimah ( akhir hayat yang baik ).

Sementara Trend kita sering kali kita mengatakan Duilah ! , sampai ada yang mengucap Laaila ( karena Duilah terdengar Laaila ) Padahal bila lafadz Laaila diucapkan dengan sengaja maka yang mengucapkan insya Allah Murtad ( keluar dari Agama islam ) Naudzubillah.

Ada lagi yang lebih suka menyebut nama ALLAH dengan menyebut Tuhan ( padahal Tuhan itu banyak ) atau Dengan menyebut nama ” yang diatas ” padahal bila ditanya apa yang diatas jawabnya awan, mega, bintang .
Astaghfirullah, tidakkah kita lebih bangga mengucapkan Allah, Al Kholig, Arrohman, dari pada sebutan diatas ?
Ya Allah berilah kami kekuatan untuk mampu menunjukkan keislaman kami.

Dalam hadits yang lain disebutkan : AFDLOLUDDZIKRI LAAILAHA ILLALLAH Dzikir yang utama adalah mengucap Laailaha Illallah.

3. ALKHAMDULILLAH

Tidak satupun manusia di dunia ini yang bisa menghitung nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hambaNya Meskipun seorang maha guru dari negara yang paling maju sekalipun.
Pernahkah kita memikirkan bahwa rasa Kantuk ( mengantuk ) itu adalah nikmat dari Allah, coba seandainya Bila manusia tidak mempunyai rasa mengantuk sebelum tidur mungkin dunia ini tak seindah yang kita rasakan Saat ini, bayangkan seandainya kita lagi mengendarai Mobil, menaiki anak tangga, menyeberang jalan dls tiba-tiba kita tertidur.

Bahkan ( maaf ) Kentut sekalipun adalah nikmat meski orang lain yang berada didekatnya terkena imbas bau yang Tidak sedap. terbiasakah kita mengucap Alkhamdulillah ketika orang lain mendapat nikmat ?, bagaimana bila teman Didekat kita mendapat nikmat berupa kentut ?.

Allah berfirman : FAIN TA’UDDU NIKMATALLAHI LA TUKHSUUHA Apabila kamu menghitung nikmat Allah maka tidak akan mampu bagimu.

Sebagai manusia yang berbudi tentu kita akan mengucapkan terima kasih bila seseorang telah memberi kita sesuatu Baik berupa barang maupun jasa terlebih pemberian itu tidak mengharap balasan dari kita lebih Afdhol lagi pemberian itu Dilakukan secara terus menerus tanpa perlu kita meminta atau mengingatkan lagi.
Demikianlah nikmat yang diberikan Allah kepada hambaNya, sekarang marilah kita bertanya pada diri sendiri apakah Kita termasuk manusia berbudi luhur.
Yang jelas Allah telah mengingatkan kita dengan Firmannya : LAINSYAKARTUM LA AZIIDAN NAKUM WALAINKAFARTUM INNA ‘ADAABI LASYADID Apabila kamu bersyukur atas nikmatKU maka akan kutambah nikmat itu padamu namun apabila kamu Ingkar terhadap nikmatKU sesungguhnya siksaKU amatlah pedih.

Banyak dari kita yang rela mengeluarkan uang untuk berlangganan koran, majalah sebagai bahan bacaan harian, Yang demikian itu tidaklah salah namun akan lebih baik bila kita punya bacaan harian yang berorientasi ke Akhirat Yaitu dengan membaca kalimah Toyyiba ( perkataan yang baik ) seperti Astaghfirullah, Laa ilaha Ilallah, Alkhamdulillah Dan bacaan lain yang anda sukai dengan jumlah tertentu dan dilakukan secara istiqomah (berkesinambungan).
Kita tidak bisa membaca koran sambil nonton TV, kita tak bisa menyapu lantai sambil membaca majalah namun Kita bisa membaca kalimat Toyyibah sambil mengerjakan sesuatu.

ZIKIR HARIAN ANJURAN IMAN AL GHAZALI

Jumaat – Ya Allah
Sabtu – Laa ila ha il lallah (Tiada Tuhan melainkan Allah)
Ahad – Yaa Hayyu Yaa Qayyum (Ya Allah yang maha hidup lagi berdiri dengan sendirinya)
Isnin – La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim (Tidak ada upaya dan kekuatan melainkan dengan kuasa Allah yang maha tinggi dan maha besar)
Selasa – Allahumma shalli ‘ala saiyidina Muhammad (Ya Allah rahmatilah ke atas Nabi Muhammad s.a.w)
Rabu – Astaghfirullahal-‘azhim (Aku mohon ampun kepada Allah yang maha besar)
Khamis – Subhanallahil-‘azhimi wa bihamdih (Maha suci Allah yang maha besar dan pujian kepadaNya)

DO’A UNTUK KELAHIRAN ANAK

DO’A UNTUK KELAHIRAN ANAK

Ada beberapa adab dan do’a yang diambil dari Al-Qur’an dan hadits yang bisa dijadikan rujukan untuk mendo’akan calon anak/anak kita.Saya coba sampaikan beberapa:
1. Perbanyak saja baca Al-Qur’an. Baik oleh calon bapak-nya/suami atau oleh sang calon Ibu/istri.
2. Jaga kelakukan diri dari perbuatan yang tidak baik.Spt: mudah marah, bergunjing, menyakiti makhluk lain, dll.
3. Baca do’a ini : Robbi hablii minash shoolihiin ( surat ash-shoffat ayat 100 ) artinya:Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ( anak ) yang termasuk orang-orang yang sholeh.
4. Baca do’a ini : Robbi hablii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’I (surat Ali imran ayat 38 ) artinya : Ya Tuhanku berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik.Sesungguhnya Engkau Maha mendengar (memperkenankan do’a).
5. Baca do’a ini : Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman ( surat Al-furqon ayat 74 ) artinya : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri kami dan keturunan kami yang menyejukkan hati kami dan jadikanlah kami pemuka bagi orang-orang yang bertakwa.
6. Bacaan ketika akan melahirkan memperbanyak membaca do’a antara lain:
* ayat kursi ( surat Al Baqoroh (surat 2) ayat 255 )
* surat Al A’raf ( surat 7 ) ayat 54
* surat Al Falaq ( surat 113 ) ayat 1 – 5
* surat An Naas ( surat 114 ) ayat 1 – 6 ( hadits riwayat Ibnus Sunni )
7. Bacakan adzan ditelinga kanan dan iqomat ditelinga kiri ketika bayi telah lahir, agar jin yang mengganggu kanak-kanak ( ummush shibyan ) tidak akan mengganggu ( hadits riwayat Ibnus Sunni ).
8. Ketika melihat anak yang baru lahir baca do’a ini: Innii u’iidzuka bikalimaatillahit taammati min kulli syaythoonin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin ( hadits riwayat Bukhari ) artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.

6 PERTANYAAN

6 PERTANYAAN
Sebagai renungan kita bersama…
1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling besar di dunia ?
4. Apa yang paling berat di dunia ?
5. Apa yang paling ringan di dunia ?
6. Apa yang paling tajam di dunia ?

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya….pertama,”Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.
Murid-muridnya menjawab “orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya”.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Karena itu sudah menjadi janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua…. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.
Murid -muridnya menjawab “negara Cina, bulan, matahari dan bintang -bintang”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU”. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga…. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawah “gunung, bumi dan matahari”.
Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.
Ada yang menjawab “besi dan gajah”.
Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”…
Ada yang menjawab “kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara berkumpul dgn banyak manusia kita meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”…
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”.
Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA” Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

4 JENIS MANUSIA

4 JENIS MANUSIA
Futuhul ghaib, Oleh : Syekh Abdul Qodir Jaelani

Pertama ialah mereka yang tidak punya lidah dan tidak punya hati. Mereka ini ialah orang-orang yang bertaraf biasa, berotak tumpul dan berjiwa kerdil yang tidak mengenang Allah dan tidak ada kebaikan pada mereka. Mereka ini ibarat penyakit yang ringan, kecuali mereka dilimpahi dengan kasih sayang Allah dan membimbing hati mereka supaya beriman serta menggerakkan hati mereka supaya patuh kepada Allah.
Berhati-hatilah supaya kamu jangan termasuk dalam golongan mereka.
Janganlah kamu layani mereka dan janganlah kamu bergaul dengan mereka.
Merekalah orang-orang yang dimurkai Allah dan penghuni neraka. Kita minta perlindungan Allah dari pengaruh mereka. Sebaliknya kamu hendaklah mencoba menjadikan diri kamu sebagai orang yang dilengkapi dengan :
* Ilmu Ketuhanan,
* Guru bagi hal hal yang baik,
* Pembimbing bagi agama Allah,
* Penyampai dan pengajak kepada manusia kepada jalan Allah.

Berjaga-jagalah jika kamu hendak mempengaruhi mereka supaya mereka patuh kepada Allah dan beri ajakan kepada mereka terhadap apa-apa yang memusuhi Allah. Jika kamu berjuang di jalan Allah untuk mengajak mereka menuju Allah, maka kamu akan jadi pejuang dan pahlawan di jalan Allah dan akan diberi ganjaran seperti yang diberi kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul.

Kedua ialah manusia yang punya lidah tetapi tidak punya hati. Yaitu :
* Mereka pandai berbicara tetapi tidak melakukan seperti yang diucakapkannya.
* Mereka mengajak manusia menuju Allah tetepi mereka sendiri lari dari Allah.
* Mereka benci kepada maksiat yang dilakukan oleh orang lain, tetapi mereka sendiri bergelimang dalam maksiat itu.
* Mereka mengaku sholeh kepada orang lain tetapi mereka melakukan dosa-dosa yang besar.
* Bila mereka sendirian, mereka bertindak bagaikan harimau yang berpakaian.

Inilah orang yang dikatakan kepada Nabi S.A.W. dengan sabda;
“Yang paling aku takuti dan aku pun takut di kalangan umatku ialah orang ‘Alim yang jahat”.

Kita berlindung dengan Allah daripada orang ‘Alim seperti itu. Oleh karena itu, larilah dan jauhkan diri kamu dari orang-orang seperti itu. Jika tidak, kamu akan terpengaruh oleh kata-kata manis yang bijak itu dan api dosanya itu akan membakar kamu dan kekotoran hatinya akan membunuh kamu.

Ketiga ialah golongan orang yang mempunyai hati tetapi tidak punya lidah. Yaitu :
* Dia adalah orang yang beriman.
* Allah telah melindungi mereka dari makhluk lain dan
* menggantungkan di keliling mereka dengan tabirNya dan
* memberi mereka kesadaran tentang kekurangan diri mereka.
* Allah menyinari hati mereka dan menyadarkan mereka tentang kejahatan yang timbul karena mencampuri urusan orang banyak dan kejahatan karena banyak berbicara.

Mereka ini tahu bahwa keselamatan itu terletak dalam “DIAM” dan berkhalwat.
Nabi S.A.W. bersabda; “Barangsiapa yang diam akan mencapai keselamatan”.

Sabda baginda lagi; “Sesungguhnya berkhidmat kepada Allah itu terdiri dari sepuluh bagian, sembilan darinya terletak dalam diam”.
Mereka dalam golongan jenis ini adalah Wali Allah dalam rahasiaNya, dilindungi dan diberi keselamatan, bijaksana, dan diberkati dengan keridhoan dan segala yang baik akan diberikan kepada mereka.

Oleh karena itu, kamu hendaklah berkawan dengan mereka dan bergaul dengan orang-orang ini dan beri pertolongan kepada mereka. Jika kamu berbuat demikian, kamu akan dikasihi Allah dan kamu akan dipilih dan dimasukkan dalam golongan mereka yang menjadi Wali Allah dan hamba-hambanya yang Sholeh.

Manusia yang keempat ialah mereka yang dijak ke dunia tidak nampak (AlamGhaib), diberi pakaian kemuliaan seperti dalam sabda Nabi S.A.W; ‘Barangsiapa yang belajar dan mengamalkan pelajarannya dan mengajarkan kepada orang lain, maka akan diajak ke dunia ghaib dan dimuliakan”.

Orang dalam golongan ini mempunyai ilmu-ilmu Ketuhanan dan tanda-tanda Allah. Hati mereka menjadi gudang ilmu Allah yang amat berharga dan orang itu akan diberi Allah rahasia-rahasia yang tidak diberi kepada orang lain.

Allah telah memilih mereka dan membawa mereka dekat kepadaNya. Allah akan membimbing mereka dan membawa mereka ke sisiNya. Hati mereka akan dilapangkan untuk menerima rahasia-rahasia ini dan ilmu-ilmu yang tinggi.

Allah jadikan mereka itu pelaku dan kelakuanNya dan pengajak manusia kepada jalan Allah dan melarang membuat dosa dan maksiat. Jadilah mereka itu “Orang-orang Allah”. Mereka mendapat bimbingan yang benar dan yang mengesahkan kebenaran orang lain.

Oleh karena itu hati-hatilah kamu supaya jangan memusuhi dan membantah orang-orang seperti ini dan dengarlah perkataan atau nasehat mereka. Sebab keselamatan terletak dalam apa yang dibicarakankan oleh mereka dan dalam berdekatan dengan mereka, kecuali mereka yang Allah beri kuasa dan pertolongan terhadap hak dan ampunanNya.

Demikian Syekh Abdul Qadir Al-Jailani telah membagi manusia itu kepada empat golongan. Sekarang kembali kepada Anda untuk memeriksa diri sendiri jika anda berfikir. Dan selamatkanlah diri anda jika ingin keselamatan. Mudah-mudahan Allah membimbing kita menuju kepada apa yang dikasihiNya dan diridhoiNya, dalam dunia ini dan di akhirat kelak

Utsman Bin Affan – Kebaikannya Tidak Menghindarkannya Dari Fitnah

Utsman bin Affan ra, adalah seorang yang bertakwa, selalu bersikap wara’. Tengah malam tak pernah ia sia-siakan. la memanfaatkan waktu itu untuk mengaji Al-Quran dan setiap tahun ia menunaikan ibadah haji. Bila sedang berzikir dari matanya mengalir air mata haru. la selalu bersegera dalam segala amal kebajikan dan kepentingan umat. la juga dermawan dan penuh belas kasih. la telah melaksanakan hijrah sebanyak dua kali, pertama ke Habasyah, dan yang kedua ke Madinah. Laknat dan kutukan Allah bagi siapa saja yang membenci Utsman ra.

Pada akhir tahun 34 hijriyah, pemerintahan Islam. dilanda fitnah. Yang menjadi sasaran fitnah adalah Utsman ra sampai mengakibatkan beliau terbunuh pada tahun berikutnya.
Fitnah yang keji datang dari Mesir berupa tuduhan-tuduhan palsu yang dibawa oleh orang-orang yang datang hendak umrah pada bulan Rajab.
Ali bin Abi Thalib ra mati-matian membela Utsman dan menyangkal tuduhan mereka. Ali menanyakan keluhan dan tuduhan mereka, yang.segera di jawab oleh mereka, “Utsman telah membakar mushaf-mushaf, shalat tidak diqasar sewaktu di Mekkah, mengkhususkan sumber air untuk kepentingan dirinya sendiri dan mengangkat pejabat dari kalangan generasi muda. la juga mengutamakan segala fasilitas untuk Bani Umayyah (golongannya) melebihi orang lain.”

Pada hari Jum’at, Utsman berkhutbah dan mengangkat tangannya seraya berkata, “Ya Allah, aku beristighfar dan bertaubat kepadamu. Aku bertaubat atas perbuatanku.”
Ali ra menjawab, “Mushaf-mushaf yang dibakar ialah yang mengandung perselisihan dan yang ada sekarang ini adalah yang disepakati bersama kesahannya. Adapun salat yang tidak di qasar sewaktu di Mekkah, adalah karena dia berkeluarga di Mekkah dan dia berniat tinggal di sana. Oleh karena itu salatnya tidak diqasar. Adapun sumber air yang dikhususkan itu adalah untuk ternak sodakoh sampai mereka besar, bukan untuk ternak unta dan domba miliknya sendiri. Umar juga pernah melakukan ini sebelumnya. Adapun mengangkat pejabat dari generasi muda, hal ini dilakukan semata-mata karena mereka mempunyai kemampuan di bidang-bidang tersebut. Rasulullah juga pernah melakukan ini hal yang demikian. Adapun dia mengutamakan kaumnya, Bani Umayyah, karena Rasulullah sendiri menda-hulukan qurasy dari pada bani lainnya. Demi Allah kalau kunci surga di tanganku, aku akan memasukkan Bani Umayyah ke surga.”

Setelah mendengar penjelasan Ali ra umat Islam pulang dengan rasa puas. Tapi para peniup fitnah terus melancarkan fitnahan-fitnahan dan merencanakan makar jahatnya. Di antara mereka ada yang menyebarkan tulisan dengan tanda tangan palsu dari pada sababat termuka yang menjelek-jelekkan Utsman. Mereka juga menuntut agar Utsman dibunuh.
Fitnah kejipun terus menjalar dengan kejamnya, sebagian besar umat termakan fitnahan-fitnahan tersebut hingga teriadinya pembunuhan atas dirinya, setelah sebelumnya terkepung selama satu bulan di rumahnya. Peristiwa inilah yang disebut dengan “Al Fitnah al Kubra” yang pertama, hingga merobek persatuan umat Islam.

Khadijah Binti Khuwailid – Istri Rasulullah Yang Agung

Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da’wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu’minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.

Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira’. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda :”Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa.”

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada “wanita terbaik di dunia,” Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu’minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.
Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.

Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :”Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.” [HR. Bukhari dalam “Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :”Keshahihannya telah disepakati.”]

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?
Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu’min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.

Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :”Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku.” Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.
Khadijah r.a. berkata :”Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini.” Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.

Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :”Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :”Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu.” Maka Khadijah r.a. menjawab :”Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan).”

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da’wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.

Rasulullah SAW bersabda :”Khadijah beriman kepadaku ketika orang- orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia.” [HR. Imam Ahmad dalam “Musnad”-nya, 6/118]
Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :”Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :”Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan.” [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]